Menu
HALAMAN DEPAN

STRUKTUR PERSONALIA :
- PENGKOT IPSI BATAM
- PENGPROV IPSI KEPRI
- PB IPSI

DAFTAR PERGURUAN

PROFIL PERGURUAN

LAMBANG IPSI

GALERI FOTO

Artikel Sebelumnya
Persaudaraan Setia Hati Organisasi

Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Puter...

Perguruan Silat Walet Puti

Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merp...

Perguruan Ilmu Seni Bela Diri Pencak Silat Bintang...

Seni Bela Diri Silat Budi Suci Melati

Ikatan Keluarga Silat Putera Indonesia Kera Sakti

Perguruan Pencak Silat Pandawa

Gelar Seni Budaya Pencak Silat Serumpun Singapura ...

Pengurus Kota IPSI Batam 2009-2013

Perguruan Pencak Silat

Bedis
Bintang Surya
Budi Suci Melati
Budi Suci Ranah Minang
Cakar Elang
Cempaka Putih
Dikapasita
Domas Cimande
Elang Laut
Himssi
Karang Taliwang
Kembang Setaman
Kera Sakti
Macan Putih
Merpati Putih
Pagar Nusa
Pandawa
Patbanbu
Perisai Diri
Persinas Asad
Sapu Jagat
Satria Muda Indonesia
Satya Sejati
Setia Hati Organisasi
Setia Hati Terate
Silaturahmi
Sinar Putih
Sport Silat
Suci Hati
Talago Biru
Tapak Suci
Walet Puti

Arsip Artikel
Latihan Gabungan

I : 1 Juni 2008
II : 6 Juli 2008
III : 10 Agustus 2008
IV : 19 Oktober 2008
V : 18 Januari 2009
VI : 7 Juni 2009
VII : 2 Agustus 2009
VIII : 4 Oktober 2009
IX : 7 Februari 2010
X : 11 April 2010
XI : 6 Juni 2010
XII : 8 April 2012

Persaudaraan Setia Hati Terate
29 April 2009

Jiwa patriotisme yang tinggi ditunjukkan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, salah seorang saudara tertua Setia Hati, dengan bantuan teman-temannya dari Pilang Bango, Madiun, dengan berani menghadang kereta api yang lewat membawa tentara Belanda atau mengangkut perbekalan militer. Penghadangan, pelemparan, dan perusakan yang terjadi berulang-ulang sampai akhirnya ia ditangkap PID Belanda dan mendapat hukuman kurungan di penjara Cipinang dan dipindahkan ke Padang, Sumatera Barat. Setelah dibebaskan, Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang telah mendirikan Setia Hati Pencak Sport Club yang kemudian mengaktifkan kembali perguruannya sampai akhirnya berkembang dengan nama Persaudaraan Setia Hati Terate. Persaudaraan Setia Hati Terate dalam perkembangannya dibesarkan oleh RM Imam Koesoepangat murid dari Mohammad Irsyad kadhang (saudara) Setia Hati Pencak Sport Club (SH PSC) yang merupakan murid dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

Sebelum menjadi kadhang SH dan mendirikan SH PSC, Ki Hadjar Hardjo Oetomo magang sebagai guru di SD Banteng, Madiun. Tidak betah menjadi guru, bekerja di Leerling Reambate di SS (PJKA) Bondowoso, Panarukan dan Tapen. Tahun 1906 keluar dari PJKA dan bekerja menjadi Mantri Pasar Spoor Madiun di Mlilir dengan jabatan terakhir sebagai Ajudan Opsioner Pasar Mlilir, Dolopo, Uberan dan Pagotan (wilayah selatan Madiun). Pada tahun 1916 bekerja di Pabrik Gula Redjo Agung, Madiun. Tahun 1917 masuk menjadi saudara SH dan dikecer langsung oleh Ki Ngabei Soerodiwirjo, pendiri Persaudaran Setia Hati. Pada tahun ini bekerja di stasiun kereta api Madiun hingga menjabat Hoof Komisaris. Tahun 1922 bergabung dengan Sarekat Islam dan mendirikan Setia Hati Pencak Sport Club di Desa Pilangbango, Madiun, yang kemudian berkembang sampai ke daerah Nganjuk, Kertosono, Jombang, Ngantang, Lamongan, Solo dan Yogyakarta.

Tahun 1925 ditangkap oleh Pemerintah Belanda dan dipenjara di Cipinang, kemudian dipindahkan ke Padang, Sumatra Barat selama 15 tahun. SH PSC dibubarkan Belanda karena terdapat nama pencak. Setelah pulang dari masa tahanan mengaktifkan kembali SH PSC dan untuk menyesuaikan keadaan kata pencak pada SH PSC menjadi pemuda. Kata pemuda semata-mata hanya untuk mengelabui Belanda agar tidak dibubarkan. Bertahan sampai tahun 1942 bersamaan dengan datangnya Jepang ke Indonesia. Tahun 1942, atas usul saudara SH PSC Soeratno Soerengpati tokoh pergerakan Indonesia Muda, nama SH Pemuda Sport Club diubah menjadi Setia Hati Terate. Pada waktu itu SH Terate bersifat perguruan tanpa organisasi.

Tahun 1948, atas prakarsa Soetomo Mengkoedjojo, Darsono, dan lain-lain, mengadakan konferensi di rumah Ki Hadjar Hardjo Oetomo di desa Pilangbango, Madiun. Hasil konferensi menetapkan Setia Hati Terate yang dulunya bersifat perguruan diubah menjadi organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate dengan diketuai oleh Oetomo Mangkoewidjojo dengan wakilnya Darsono. Kemudian secara berturut-turut :

  • Tahun 1950, Ketua Pusat oleh Mohammad Irsyad.

  • Tahun 1974, Ketua Pusat oleh RM Imam Koesoepangat.

  • Tahun 1977-1984, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum Pusat oleh Badini.

  • Tahun 1985, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum Pusat oleh Tarmadji Boedi Harsono.

  • Tahun 1988, Ketua Dewan Pusat RM Imam Koesoepangat meninggal dunia dan PSHT dipimpin oleh Ketua Umum Tarmadji Boedi Hardjono sampai sekarang.

Untuk menjadi saudara pada Persaudaraan Setia Hati Terate ini, sebelumnya seseorang itu terlebih dahulu harus mengikuti pencak silat dasar yang dimulai dari sabuk hitam, merah muda, hijau dan putih kecil. Pada tahap ini seseorang tersebut disebut sebagai siswa atau calon saudara. Selama dalam proses latihan pencak silat, seorang pelatih / warga (saudara SH) juga memberikan pelajaran dasar ke-SH-an secara umum kepada para siswa. Setelah menamatkan pencak silat dasar tersebut, seseorang yang dianggap sebagai warga atau saudara SH adalah apabila ia telah melakukan pengesahan yang dikecer oleh Dewan Pengesahan. Dewan pengesahan ini termasuk saudara SH yang terbaik dari yang terbaik yang dipilih melalui musyawarah saudara-saudara SH. Proses kecer tersebut berlangsung pada bulan Syura. Adapun sarat yang harus disediakan dalam pengeceran antara lain ayam jago, mori, pisang, sirih, dan lain sebagainya sarat-sarat yang telah ditentukan.

Dalam proses pengeceran ini, kandidat diberi pengisian dan gemblengan jasmani dan rohani dan ilmu ke-SH-an serta petuah-petuah, petunjuk-petunjuk secara mendalam dan luas. Saudara SH yang baru disahkan tersebut, dalam tingkatan ilmu disebut sebagai saudara Tingkat I (Erste Trap). Pada Persaudaraan Setia Hati Terate juga dibagi dalam tiga jenis tingkatan saudara yaitu saudara SH Tingkat I (Ester Trap), Tingkat II (Twede Trap), tingkat III (Derde Trap).

Pada Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan 36 jurus pencak silat yang merupakan warisan dari Ki Ngabei Soerodiwirjo di Erste Trap serta pelajaran ilmu ke-SH-an yang dapat diperoleh pada tingkatan twede trap dan derde trap. Jurus-jurus tersebut merupakan ramuan dari beberapa aliran pencak silat yang berada di nusantara, di antaranya dari Jawa Barat, Betawi (Jakarta), dan Minangkabau.

Khadang SH Terate tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan di beberapa negara seperti Belanda, Perancis, Belgia, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam. Secara administratif mulai dirintis pencatatan jumlah saudara pada tahun 1986. Sehingga jumlah saudara mulai tahun 1986 - 1999 sebanyak 108.267.

Sumber :
http://www.shterate.info




Ditulis oleh Agus Win pada 19:27  
1 komentar :
Poskan Komentar
<< Home
 

Penyedia blog gratis   Free Domain Name .co.nr   Free DHTML Scripts

Pesan Singkat


Pengunjung

free counters


Links













Website IPSI Kota Batam © 02 Juni 2008 by agus.winarno2@pajak.go.id
Template by http://freetemplates.blogspot.com