Menu
HALAMAN DEPAN

STRUKTUR PERSONALIA :
- PENGKOT IPSI BATAM
- PENGPROV IPSI KEPRI
- PB IPSI

DAFTAR PERGURUAN

PROFIL PERGURUAN

LAMBANG IPSI

GALERI FOTO

Artikel Sebelumnya
Ikatan Keluarga Silat Putera Indonesia Kera Sakti

Perguruan Pencak Silat Pandawa

Gelar Seni Budaya Pencak Silat Serumpun Singapura ...

Pengurus Kota IPSI Batam 2009-2013

Pengurus Besar IPSI 2007-2011

Pengurus Provinsi IPSI Kepulauan Riau 2008-2012

Rencana Penyelenggaraan Porkot Batam III Tahun 200...

Muskot IPSI Batam III Tahun 2009

Persiapan Muskot IPSI Batam III Tahun 2009

Latihan Gabungan Perguruan Pencak Silat se-Kota Ba...

Perguruan Pencak Silat

Bedis
Bintang Surya
Budi Suci Melati
Budi Suci Ranah Minang
Cakar Elang
Cempaka Putih
Dikapasita
Domas Cimande
Elang Laut
Himssi
Karang Taliwang
Kembang Setaman
Kera Sakti
Macan Putih
Merpati Putih
Pagar Nusa
Pandawa
Patbanbu
Perisai Diri
Persinas Asad
Sapu Jagat
Satria Muda Indonesia
Satya Sejati
Setia Hati Organisasi
Setia Hati Terate
Silaturahmi
Sinar Putih
Sport Silat
Suci Hati
Talago Biru
Tapak Suci
Walet Puti

Arsip Artikel
Latihan Gabungan

I : 1 Juni 2008
II : 6 Juli 2008
III : 10 Agustus 2008
IV : 19 Oktober 2008
V : 18 Januari 2009
VI : 7 Juni 2009
VII : 2 Agustus 2009
VIII : 4 Oktober 2009
IX : 7 Februari 2010
X : 11 April 2010
XI : 6 Juni 2010
XII : 8 April 2012

Seni Bela Diri Silat Budi Suci Melati
23 April 2009

Sekitar tahun 1960-an, A Munawir yang berasal dari Purworejo mendapat kepercayaan atau mandat untuk merintis dan mengembangkan beladiri pencak silat Budi Suci dari gurunya yang berasal dari Jawa Barat. Setelah beberapa tahun berjalan, ternyata perkembangan Budi Suci yang dipimpin oleh A Munawir tidak banyak mengalami kemajuan, khususnya di Kota Semarang yang mana pada saat itu beliau berdomisili di Semarang. Hal tersebut disebabkan karena usia beliau yang sudah lanjut dan masih belum tersusun administrasi yang baik.

Oleh sebab hal tersebut, pada tanggal 7 Agustus 1978, A Munawir mewariskan ilmunya dan memberi mandat kepada salah seorang muridnya yang bernama Achmad Boesjairi yang berasal dari Jember untuk mengembangkan dan melestarikan Budi Suci. Maka sejak itu Achmad Boesjairi meneruskan dan mengembangkan Budi Suci secara tertib administrasi sampai ke daerah-daerah lain dengan alamat sekretariat pusat di Purwosari Wijilan No.360A, Kudus, Jawa Tengah.

Pada awal tahun 1986 sebelum A Munawir wafat, beliau pernah datang ke sekretariat pusat Budi Suci di Kudus dengan tujuan ingin menggabungkan Budi Suci yang dipimpinnya dengan Budi Suci yang dipimpin oleh Achmad Boesjairi. Beliau juga berpesan kepada salah seorang murid terdekatnya di Semarang bahwa bila ia ingin melanjutkan dan mengembangkan Budi Suci supaya bergabung dengan Budi Suci yang dipimpin Achmad Boesjairi di Kudus, karena pada saat itu telah disinyalir bahwa banyak bermunculan nama Budi Suci di daerah-daerah lain yang ternyata bukan satu aliran dan hanya kebetulan memiliki nama yang sama.

Demi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta untuk membedakan aliran Budi Suci yang berpusat di Kudus dengan aliran Budi Suci yang lain, maka Achmad Boesjairi selaku guru besar Seni Bela Diri Silat Budi Suci mengambil suatu kebijaksanaan untuk mengeluarkan Surat Keputusan No.01/GB/BSMelati/1/1960 Tgl.13-01-1990 tentang perubahan nama Budi Suci yang berarti perbuatan baik menjadi Budi Suci Melati (BS Melati) yang berarti perbuatan baik lahir dan batin. Dengan arti kata lain bahwa Budi Suci Melati (BS Melati) lebih mengutamakan mutu atau kualitas dibandingkan dengan kuantitas.

Kemudian pada tanggal 19 April 1996, sekretariat pusat dipindahkan ke Semarang berdasarkan Surat Keputusan Guru Besar No.02/GB/BSMelati/IV/96 ke alamat Jalan Randu Garut No.27 Rt.004 Rw.08, Tugu, Semarang, Jawa Tengah.




Ditulis oleh Agus Win pada 18:06  
14 komentar :
Poskan Komentar
<< Home
 

Penyedia blog gratis   Free Domain Name .co.nr   Free DHTML Scripts

Pesan Singkat


Pengunjung

free counters


Links













Website IPSI Kota Batam © 02 Juni 2008 by agus.winarno2@pajak.go.id
Template by http://freetemplates.blogspot.com